Anova merupakan singkatan dari "analysis of varian" adalah salah satu uji komparatif
yang digunakan untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) data lebih dari
dua kelompok. Misalnya kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan
rata-rata IQ antara siswa kelas SLTP kelas I, II, dan kelas III. Ada dua
jenis Anova, yaitu analisis varian satu faktor (one way anova) dan
analisis varian dua faktor (two ways anova). Pada artikel ini hanya akan dibahas analisis varian satu faktor.
Untuk melakukan uji Anova, harus dipenuhi beberapa asumsi, yaitu:
- Sampel berasal dari kelompok yang independen
- Varian antar kelompok harus homogen
- Data masing-masing kelompok berdistribusi normal (Pelajari juga tentang uji normalitas)
Asumsi yang pertama harus dipenuhi pada saat pengambilan sampel
yang dilakukan secara random terhadap beberapa (> 2) kelompok yang
independen, yang mana nilai pada satu kelompok tidak tergantung pada
nilai di kelompok lain. Sedangkan pemenuhan terhadap asumsi kedua dan
ketiga dapat dicek jika data telah dimasukkan ke komputer, jika asumsi
ini tidak terpenuhi dapat dilakukan transformasi terhadap data. Apabila proses transformasi
tidak juga dapat memenuhi asumsi ini maka uji Anova tidak valid untuk
dilakukan, sehingga harus menggunakan uji non-parametrik misalnya Kruskal Wallis.
Prinsip Uji Anova adalah melakukan analisis variabilitas data menjadi
dua sumber variasi yaitu variasi di dalam kelompok (within) dan variasi
antar kelompok (between). Bila variasi within dan between
sama (nilai perbandingan kedua varian mendekati angka satu), maka
berarti tidak ada perbedaan efek dari intervensi yang dilakukan, dengan
kata lain nilai mean yang dibandingkan tidak ada perbedaan. Sebaliknya
bila variasi antar kelompok lebih besar dari variasi didalam kelompok,
artinya intervensi tersebut memberikan efek yang berbeda, dengan kata
lain nilai mean yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.
Copyright:
http://www.statistikian.com/2012/11/one-way-anova-dalam-spss.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar