Uji validitas yang biasa saya gunakan adalah Corrected Item Total Correlation, berikut uraiannya:
Corrected Item-Total Correlation
Analisis
ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor
total dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang
overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item
total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang
sebenarnya). Atau dengan cara lain, analisis ini menghitung korelasi
tiap item dengan skor total (teknik bivariate pearson), tetapi
skor total disini tidak termasuk skor item yang akan dihitung. Sebagai
contoh pada kasus di atas kita akan menghitung item 1 dengan skor total,
berarti skor total didapat dari penjumlahan skor item 2 sampai item 10.
Perhitungan teknik ini cocok digunakan pada skala yang menggunakan item
pertanyaan yang sedikit, karena pada item yang jumlahnya banyak
penggunaan korelasi bivariate (tanpa koreksi) efek overestimasi yang
dihasilkan tidak terlalu besar.
Menurut
Azwar (2007) agar kita memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai
korelasi antara item dengan tes diperlukan suatu rumusan koreksi
terhadap efek spurious overlap.
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
- Jika
r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau
item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total
(dinyatakan valid).
- Jika
r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau
item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total
(dinyatakan tidak valid).
Sebagai contoh kasus kita menggunakan contoh kasus dan data-data pada analisis produk momen di atas.
Langkah-langkah pada program SPSS
Ø Masuk program SPSS
Ø Klik variable view pada SPSS data editor
Ø Pada kolom Name ketik item1 sampai item 10
Ø Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk seluruh item
Ø Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
Ø Buka data view pada SPSS data editor
Ø Ketikkan data sesuai dengan variabelnya,
Ø Klik Analyze - Scale – Reliability Analysis
Ø Klik semua variabel dan masukkan ke kotak items
Ø Klik Statistics, pada Descriptives for klik scale if item deleted
Ø Klik continue, kemudian klik OK, hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:
Tabel. Hasil Analisis Validitas Item dengan
Teknik Corrected Item-Total Correlation
R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)
Item-total Statistics
Scale Scale Corrected
Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted
ITEM1 27.2500 29.8409 .4113 .8345
ITEM2 27.2500 28.0227 .6151 .8157
ITEM3 27.4167 25.7197 .8217 .7933
ITEM4 26.9167 26.6288 .7163 .8046
ITEM5 26.9167 29.5379 .5603 .8223
ITEM6 27.2500 25.8409 .7764 .7975
ITEM7 27.3333 25.1515 .6784 .8078
ITEM8 27.2500 27.1136 .5679 .8204
ITEM9 26.8333 32.8788 .1866 .8482
ITEM10 27.0833 35.3561 -.1391 .8683
Reliability Coefficients
N of Cases = 12.0 N of Items = 10
Alpha = .8384
Dari
output di atas bisa dilihat pada Corrected Item – Total Correlation,
inilah nilai korelasi yang didapat. Nilai ini kemudian kita bandingkan
dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2
sisi dan jumlah data (n) = 12, maka didapat r tabel sebesar 0,576
(lihat pada lampiran tabel r).
Dari
hasil analisis dapat dilihat bahwa untuk item 1, 5, 9 dan 10 nilai
kurang dari 0,576. Karena koefisien korelasi pada item 1, 5, 9 dan 10
nilainya kurang dari 0,576 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen
tersebut tidak valid. Sedangkan pada item-item lainnya nilainya lebih
dari 0,576 dan dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.
Sebagai catatan:
analisis korelasi pada contoh kasus di atas hanya dilakukan satu kali,
untuk mendapatkan hasil validitas yang lebih memuaskan maka bisa
dilakukan analisis kembali sampai 2 atau 3 kali, sebagai contoh pada
kasus di atas setelah di dapat 6 item yang valid, maka dilakukan
analisis korelasi lagi untuk menguji 6 item tersebut, jika masih ada
item yang tidak signifikan maka digugurkan, kemudian dianalisis lagi
sampai didapat tidak ada yang gugur lagi.
copyright:
http://dataolah.blogspot.co.id/2012/03/uji-validitas-dan-reliabilitas.html
http://duwiconsultant.blogspot.co.id/2011/11/uji-validitas-kuisioner.html
http://duwiconsultant.blogspot.co.id/2011/11/uji-validitas-kuisioner.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar