Uji
reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah
alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika
pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas
diantaranya
metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt. Dalam program SPSS akan dibahas untuk uji yang sering digunakan penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbach’s). Metode alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentangan (misal 0-20, 0-50). Metode alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt.
metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt. Dalam program SPSS akan dibahas untuk uji yang sering digunakan penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbach’s). Metode alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentangan (misal 0-20, 0-50). Metode alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt.
Uji
signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen
dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r kritis product moment. Atau kita bisa menggunakan
batasan tertentu seperti 0,6. Menurut Sekaran (1992), reliabilitas
kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di
atas 0,8 adalah baik.
Pada
contoh kasus di atas setelah diuji validitasnya maka item-item yang
gugur dibuang dan item yang tidak gugur dimasukkan kedalam uji
reliabilitas. Jadi yang akan dihitung ada 6 item, karena 4 item telah
digugurkan.
Langkah-langkah pada program SPSS
Ø Pada contoh kasus di atas kita telah menginput data item 1 sampai 10
Ø Klik Analyze - Scale - Reliability Analysis
Ø Klik
item yang tidak gugur dan masukkan ke kotak items. Jika item-item sudah
berada dikotak items maka klik item yang gugur dan keluarkan dengan
klik simbol arah
Ø Klik Statistics, pada Descriptives for klik scale if item deleted
Ø Klik Continue
Ø Klik OK, hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Analisis Reliabilitas dengan Teknik Alpha
R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)
Item-total Statistics
Scale Scale Corrected
Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted
ITEM2 14.6667 18.9697 .6414 .8906
ITEM3 14.8333 18.1515 .6963 .8827
ITEM4 14.3333 18.2424 .6835 .8846
ITEM6 14.6667 16.7879 .8612 .8574
ITEM7 14.7500 15.8409 .7943 .8680
ITEM8 14.6667 17.5152 .6749 .8867
Reliability Coefficients
N of Cases = 12.0 N of Items = 6
Alpha = .8970
Dari
hasil analisis di atas di dapat nilai Alpha sebesar 0,8970. Sedangkan
nilai r kritis (uji 2 sisi) pada signifikansi 0,05 dengan jumlah data
(n) = 12, di dapat sebesar 0,576 (lihat pada lampiran tabel r). Karena
nilainya lebih dari 0,576, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir
instrumen penelitian tersebut reliabel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar