a. Spektrofotometer
Fungsi
: untuk mengukur konsentrasi suatu larutan sampel dengan panjang
gelombang tertentu dengan menggunakan volume sampel yang sangat
kecilseperti mengukur konsentrasi DNA dan RNA dengan menggunakan sinar
UV dengan volume hanya 3 μl.
b. Elisa Reader dan Washer
Fungsi
: untuk mengukur konsentrasi dari sampel dengan penyerapan warna pada
panjang gelombang tertentu yang terjadi karena adanya ikatan antara
antigen dan antibody didalam suatu microplate.
Dapat juga
digunakan untuk mengukur sampel-sampel lain seperti protein, glukosa,
malondialdehyde, urea dan lain-lain dengan menggunakan cuvet.
Dapat
juga digunakan untuk mengukur panjang gelombang maksimum dari suatu
sampel dan juga untuk mengukur kinetika dari suatu reaksi seperti enzim.
c. Waterbath circulating pump
Fungsi : dengan adanya sirkulasi air di dalam waterbath sampel dapat diinkubasi dengan temperature dan waktu tertentu.
d. Waterbath shaking
Fungsi
: untuk menginkubasi sampel dengan temperature dan waktu tertentu,
dengan kecepatan pengadukan yang horizontal dan dapat diatur
kecepatannya.
e. Autoclave
Fungsi : untuk
sterilisasi alat ataupun bahan-bahan dengan menggunakan uap bertekanan
tinggi dan juga untuk mensterilisasi bahan-bahan yang bersifat
infeksius.
f. Centrifuge
Fungsi : untuk
memisahkan suatu bahan berdasarkan berat molekulnya, dimana bahan dengan
berat molekul yang berat akan mengendap, dan bagian atas berupa
supernatant yang disebabkan adanya perputaran permenit dan dalam keadaan
seimbang.
g. Neraca Digital
Fungsi : untuk menimbang bahan dengan berat tertentu dengan ketelitian yang tinggi .
h. Biosafety Cabinet Level 2A
Fungsi
: sebagai tempat untuk mengerjakan segala sesuatu yang memerlukan
persyaratan sterilitas dan juga sebagai tempat yang aman bagi si pemakai
apabila menggunakan bahan-bahan yang bersifat infeksius seperti
bakteri, virus, jamur dan lain-lain.
i. Biosafety Cabinet Level 2B
Fungsi
: sebagai tempat untuk mengerjakan segala sesuatu yang memerlukan
persyaratan sterilitas dan juga sebagai tempat yang aman bagi si pemakai
apabila menggunakan bahan-bahan yang bersifat infeksius seperti
bakteri, virus, jamur dan lain-lain.
j. Laminar Air Flow
Fungsi : sebagai tempat untuk mengerjakan segala sesuatu yang memerlukan persyaratan sterilitas, seperti kultur sel/jaringan.
k. Inkubator
Fungsi
: sebagai tempat menyimpan sementara kultur yang berasal dari jaringan
hewan, manusia, bakteri dan jamur serta mengembangbiakkannya.
l. Double Distilled Water
Fungsi : merupakan alat destilator yang dapat membuat aquadest maupun aquabidest.
m. Mikropipet
Fungsi
: merupakan alat untuk menghisap cairan dengan volume tertentu biasanya
dalam satuan mikroliter. Mempunyai ukuran bermacam-macam seperti, 1-10
μl, 10-100 μl, 100 – 1000 μl.
Tersedia juga multichannel pipet
yang mampu menghisap cairan sekaligus 8 sampel, sehingga lebih
memudahkan dan mempercepat proses pengerjaan sampel, khususnya pada saat
melakukan teknik PCR maupun Elisa.
n. Elektroforesis Horizontal + Power Supply
Fungsi
: dengan adanya muatan listrik maka sampel yang bermuatan negative akan
tertarik ke arah positive dan dapat dipisahkan berdasarkan base pair
nya (untuk DNA) menggunakan gel agarose, sehingga sampel dengan base
pair yang lebih ringan akan keluar terlebih dahulu.
o. Elektroforesis Vertikal + Power Supply
Fungsi
: dengan adanya muatan listrik maka sampel-sampel akan dapat dipisahkan
berdasarkan berat molekulnya (untuk protein) maupun berdasarkan base
pair nya (untuk DNA) menggunakan gel polyacrylamide, sehingga sampel
dengan berat yang lebih ringan akan keluar terlebih dahulu.
p. Oven
Fungsi
: untuk memekatkan hasil dari ekstraksi, terutama ekstraksi yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan. Untuk mengeringkan alat-alat dari sisa
cairan, dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat gelas menggunakan
suhu diatas 200o
q. Thermal Cycler C
Fungsi
: untuk mengamplifikasi (memperbanyak) fragment DNA tertentu dengan
method PCR (Polimerase Chain Reaction). Dapat juga berfungsi sebagai
incubator untuk temperature dan waktu tertentu.
Prinsip kerja :
melalui proses denaturasi, annealing dan extension (synthese) yang
berulang-ulang (beberapa cycle) maka fragment DNA tertentu yang
diinginkan dapat diperbanyak, sehingga dapat dideteksi.
r. Gel Documentation System
Fungsi
: untuk melihat pita-pita DNA hasil elektroforesis menggunakan gel
agarose yang telah diberi zat fluoresens berupa ethidium bromide atau
gel red stain sehingga dengan adanya lampu UV pada alat akan
berfluoresensi
Untuk melihat pita-pita pemisahan protein dari darah
Untuk menghitung banyaknya koloni dalam media kultur
s. Mikroskop Karyotyping
Fungsi
: sel-sel darah yang dikultur di dalam suatu media akan melalui tahap
metafase, dengan proses pemanenan maka akan di dapat kromosom yang
kemudian diwarnai di atas objek glass dan dapat dilihat dengan mikroskop
karyotyping, 23 pasang kromosom tersebut dapat disusun secara otomatis
dengan menggunakan mikroskop tersebut. Dapat juga digunakan untuk
mengukur diameter, panjang maupun area dari sel-sel menggunakan program
Axio Vision yang terdapat pada software alat.
t. Mikroskop Fluoresens
Fungsi
: untuk melihat sel-sel-sel mikroba, jamur, sel hewan maupun sel-sel
manusia yang telah diwarnai dengan zat fluoresens sehingga dengan adanya
cahaya dari lampu mikroskop akan memberikan cahaya yang berfluoresensi,
dapat juga digunakan untuk melihat preparat yang menggunakan pewarnaan
biasa seperti hematoxylin, giemsa dan lain-lain.
Dapat juga
digunakan untuk mengukur diameter, panjang maupun area dari sel-sel
menggunakan program Axio Vision yang terdapat pada software alat.
u. Mikroskop Inverted
Fungsi : untuk melihat pertumbuhan sel-sel yang dikultur menggunakan media dalam wadah Petridis maupun tabung falcon.
Dapat
juga digunakan untuk mengukur diameter, panjang maupun area dari
sel-sel menggunakan program Axio Vision yang terdapat pada software
alat.
v. DNA/RNA Extraction Purification System
Fungsi
: sebagai alat untuk mengekstraksi DNA/RNA dari berbagai jenis sampel
serta untuk memurnikan sampel DNA/RNA yang diekstraksi, dapat bekerja
secara automatis.
Memisahkan DNA yang terdapat pada agarose gel
serta membersihkannya dari ethidium bromide sehingga didapat DNA murni
yang dapat digunakan untuk proses sequencing.
w. Refrigerator -86oC
Fungsi : sebagai alat pendingin dengan suhu maximum -86 o
x.
pH Meter C digunakan untuk berbagai keperluan seperti pengawet ataupun
penyimpanan bahan-bahan, terutama DNA, RNA, serum atau pun plasma dalam
jangka panjang.
x. pH Meter
Fungsi :
sebagai alat untuk mengukur pH larutan dengan mencelupkan elektroda ke
dalam larutan yang akan ditentukan pH nya dan dapat dilihat secara
digital. Dilengkapi juga dengan conductor yang dapat mengetahui
temperature dari suatu larutan.
Copyright: Mardiah, ST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar